antaranews.com - Anggota DPR RI dari Fraksi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), Dewi Aryani meminta agar Rancangan Undang-Undang (RUU) Ketahanan Pangan diubah menjadi RUU Kedaulatan Pangan.
"Kami minta kepada DPR RI dan Pemerintah (Kementerian Pertanian) agar mereview soal penamaan RUU Ketahanan Pangan menjadi RUU Kedaulatan Pangan. Kedaulatan menjadi kata kunci pengelolaan pertanian dan sumberdaya pangan secara mandiri dan fokus kepada pemenuhan kebutuhan dalam negeri dan peningkatan produktivitas untuk menambah pemasukan devisa negara," kata Dewi di Jakarta, Kamis, terkait hasil dialog antara Asosiasi Petani Bawang, Perwakilan Petani Bawang Brebes, Kementerian Pertanian terkait nasib petani bawang di Kabupaten Brebes dan Tegal.
Hasil kesepakatan lainnya, kata anggota DPR RI asal daerah pemilihan IX Jawa Tengah itu, Kementerian Pertanian sebagai inisiator dan mediator pelaksanaan proses pembuatan kebijakan pertanian harus berpihak kepada eksistensi petani dan kesejahteraan petani.
"Menjunjung tinggi cita-cita petani sebagai pahlawan pangan nasional," ungkap dia.
Selain itu, Kementerian Pertanian harus melakukan penelitian secara berkala dan terpadu dengan LIPI dan jajaran terkait supaya dapat segera memberikan kontribusi positif terhadap produktivitas dan peningkatan penghasilan bidang pertanian dengan adanya keunggulan-keunggulan bibit yang dihasilkan.
"Kementerian Pertanian juga diminta melakukan penertiban proses impor ekspor produk pertanian dengan melakukan koordinasi dengan Kementerian Perdagangan, Polri dan bea cukai. Membuat sistem buka tutup impor ekspor disesuaikan dengan kondisi dan jadwal panen petani serta berupaya memberikan solusi bidang pembiayaan untuk petani," kata dia.
Kepada Pemerintah Kabupaten Brebes dan Tegal, diminta untuk segera mengeluarkan peraturan mengenai penertiban asosiasi dan organisasi petani dan pedagang bawang.
"Pelarangan perorangan menjadi ibu atau bapak asuh atau apapun tanpa ada dasar hukum yang jelas, untuk menghindari politisasi kepentingan perorangan. Petani bukan produk politis. Petani adalah pahlawan pangan nasional," ujar Dewi.
Disebutkan, pemberian penyuluhan pertanian secara berkala bekerjasama dengan dinas pertanian provinsi dan pusat sangat diperlukan "Juga secara proaktif mengajukan permohonan dukungan penelitian bibit-bibit unggul dan berbagai jenis varietas bawang untuk memenuhi permintaan dan trend pasar," kata dia.